Laporan Praktikum Kimia Dasar


Praktikum Kimia Dasar adalah praktikum yang digunakan untuk menguatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep-konsep kimia yang ada dalam mata kuliah kimia dasar. Setelah melaksanakan praktikum secara berkelompok, praktikan wajib menyusun laporan individual. Format laporan dapat diunduh di sini atau di sini.

Acara praktikum

  1. Minggu I : Pembagian kelompok dan penjelasan umum
  2. Minggu II : Pretest Materi 1 dan 2
  3. Minggu III : Praktikum 1 (kelompok ganjil) dan 2 (Kelompok genap)
  4. Minggu IV : Praktikum 2 (kelompok ganjil) dan 1 (Kelompok genap)
  5. Minggu V : Pretest Materi 3 dan 4
  6. Minggu VI : Praktikum 3 (kelompok ganjil) dan 4 (Kelompok genap)
  7. Minggu VII : Praktikum 4 (kelompok ganjil) dan 3 (Kelompok genap)
  8. Minggu VIII : Pretest Materi 5 dan 6
  9. Minggu IX : Praktikum 5 (kelompok ganjil) dan 6 (Kelompok genap)
  10. Minggu X : Praktikum 6 (kelompok ganjil) dan 5 (Kelompok genap)
  11. Minggu XI-XIV : Responsi
  12. Minggu XV : Praktikum Pengganti bagi yang berhalangan karea sakit, tugas jurusan, terlambat dengan pemberitahuan dan alasan lain yang bisa diterima.

Acara responsi adalah presentasi hasil secara berkelompok, dengan sebelunya membuat poster hasil percobaan.

Pembagian tugas poster adalah sebagai berikut

  1. Praktikum 1 : kelompok 1 dan 7
  2. Praktikum 2 : kelompok 2 dan 8
  3. Praktikum 3 : Kelompok 3
  4. Praktikum 4 : Kelompok 4
  5. Praktikum 5 : Kelompok 5
  6. Praktikum 6 : Kelompok 6

Poster dibuat dalam kertas A0 (Kertas manila). Format poster bisa dilihat pada link berikut.

Contoh poster

Hal-hal yang sering ditanyakan :

T : Apakah soal-soal di petunjuk praktikum dikerjakan di buku lain ?

J : Tidak, soal langsung di jawab di handout. Ditulis dengan ballpoint.

T : Apakah hasil pengerjaan soal-soal dikumpulkan saat pretest?

J : Tidak. Pengerjaan soal-soal dikerjakan saat praktikum. Yang dikerjakan sesuai mata praktikumnya.

About Harjito

Staf Pengajar Kimia UNNES Semarang

3 responses to “Laporan Praktikum Kimia Dasar”

  1. Rita Ariyana says :

    assalamualaikum pak. mau tanya kenapa pada saat titrasi buret harus diisi dengan titran sampai skala 0??kenapa tidak boleh menghitung volume dengan melanjutkan. misal skala1-skala2?mohon dijelaskan. trimakasih.wassalamualaikum

    • Harjito says :

      Setiap pembacaan pengukuran terdapat kesalahan, yaitu tercermin dari angka palsu, jika awal buret tidak pada nol, berarti dilakukan 2 kali kesalahan dalam satu pengukuran.

  2. sri rahma deni says :

    menyenang kan masuk masuk praktikum kimia dasar ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: