Arsip | Kimia Fisika RSS for this section

Konsultasi Rancangan Eksperimen Kimia Fisika


Bagi kelompok-kelompok praktikum yang topiknya telah disetujui asisten, dipersilahkan untuk konsultasi rancangan eksperimen pada hari kamis jam 10.00 – 11.30, hari jumat pukul 09.00-10.00 atau hari senin pukul 11.00-13.00. ;adwal sewaktu-waktu bisa berubah. Ikuti terus informasinya.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Kuliah Praktikum Kimia Fisika


Untuk menyeimbangkan pelaksanaan praktikum Kimia Fisika antara kelompok genap dan kelompok ganjil, maka acara praktikum minggu ke-6 diisi dengan praktikum pilihan bagi kelompok genap, bagi kelompok ganjil diminta untuk menytelesaikan laporan, sedangkan kelompok genap dimohon untuk mempersiapkan alat dan bahan.

Praktikum Kimia Fisika


Praktikum Kimia Fisika hari Rabu 12 Oktober 2011 diisi dengan eksperimen pilihan. Pelaksana adalah kelompok ganjil.

Bagi anda yang sudah diplot dalam kelompok ganjil, silahkan pilih salah satu ekspermien yang ingin dilaksanakan, lalu buat persiapan praktikum (alat dan bahan), koordinasi dengan teknisi dan asisten. Bagi yang tidak melaksanakan ekperimen  silahkan mengisi presensi.

Catatan

Persiapan dilasanakan 1 hari sebelum hari pelaksanaan

Perkuliahan Kimia Fisika Tanggal 10 Oktober 2011 Jam 10.00


Perkuliahan hari ini diisi dengan diskusi mandiri.

Sesuai dengan kelompok yang sudah anda buat terkait tugas pada topik Gas Real, maka anda undi 2 kelompok untk tugas presentasi. Ketika kelompok I presentasi, maka kelompok II bertugas sebagai moderator dan Notulen.

Laporan Yang harus dibuat untuk kegiatan diskusi ini adalah (Dibuat oleh notulen)

Topik : Topik Persamaan 1

Penyaji :

Penyaji 1

Penyaji 2

Penyaji 3

Moderator : aaa

Notulen 1 : bbb

Notulen 2 : ccc

Rangkuman presentasi :

Diisi dengan rangkuman materi yang dipresentasikan

Diskusi

T : tanya, J : jawab, P : penguatan/dukungan

Si A (T) : mengapa bla bla bla?

Si B (J) : jawabnya adalah y y y

Si C (T) : Apa sebabnya?

Si D (J) : Sebabnya adalah …

Si E (P) : Benar yang dikatakan si D apalagi datanya seperti ini

Hasil diskusi di email ke kimia.unnes.webmaster@gmail.com

Praktikum Kimia Fisika


Dalam rangka mencetak guru profesional salah satunya adalah guru yang bisa membuat prosedur percobaan bukan hanya guru yang bisa melaksanakan percobaan, maka mata kuliah Praktikum Kimia Fisika dirancang agar calon guru mampu melaksanakan kedua hal tersebut.
Sebagai implementasinya praktikum Kimia Fisika dilaksanakan secara berkelompok, setiap kelompok wajib merancang dan melaksanakan sebuah prosedur percobaan dan melaksanakan 2 prosedur percobaan yang telah tersedia. Prosedur yang dirancang harus terkait Kimia Fisika (rujukan Physical Chemistry G.W Castelan Bab 1 s.d 20). Judul praktikum boleh sama antar kelompok ataupun sama dengan yang tersedia di hand out, tetapi metodologinya harus berbeda. Rancangan eksperimen ditulis dalam naskah dengan format

  1. Judul
  2. Tujuan
  3. Dasar Teori
  4. Metodologi (alat dan bahan serta cara kerja)
  5. Instrument (Cara menganalisis data)

Naskah dipresentasikan mulai minggu ke-3 dengan cara undian. Satu hari 3 kelompok. Dimohon untuk membuat media (power point atau poster).

Untuk bacaan pembanding anda bisa merujuk ke e-learning Prof Salzman (Univ. Arizona, US)

Catatan : jika instrumen tidak tersedia di laboratorium  kimia Fisika anda harus merancang sendiri instrumennya.

Gas Real


Aplikasi persamaan keadaan gas ideal terhadap gas real menunjukkan penyimpangan. Seandainya kita ingin mengukur volum gas pada temperatur dan tekanan tertentu terhadap sejumlah mol gas, maka volum hasil pengukuran berbeda dari hasil perhitungan. Oleh sebab itu perlu dilakukan koreksi terhadap persamaan gas ideal jika ingin diterapkan untuk gas real. Penyebab penyimpangan ini diidentifikasi oleh van der Waals oleh dua hal, yaitu partikel penyusun gas menempati ruang dan adanya interaksi antar partikel penyusun gas.

Unduh materi di lingk berikut.

Sifat Empiris Gas


Perilaku gas dapat diukur melalui 4 variabel, yaitu tekanan (P), volum (V), temperatur (T) dan massa(M). Keempat variabel tersebut saling mempengaruhi dalam sebuah persamaan keadaan, sehingga fungsi keadaan gas dapat dinyatakan sebagai f(P,V,T,m).

Karena keadaan gas ditentukan oleh 4 variabel maka derajat kebebasan untuk persamaan gas adalah 4-1=3, yang berarti 3 variabel dapat ditentuan secara bebas (divariasi), sedangkan variabel ke-4 harus ditetapkan berdasarkan 3 variabel yang telah ditentukan. Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: